27 Februari 2013



Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan untuk mengatur reproduksi, metabolisme dan tingkah laku.
Hormon tumbuhan adalah suatu senyawa organik pada suatu bagian tubuh dan kemudian diangkut ke bagian lain dengan konsentrasi rendah yang menyebabkan suatu dampak fisiologi. Hormon pada tumbuhan berfungsi untuk memacu pertumbuhan namun ada juga yang bersifat menghambat pertumbuhan.
Hormon pada tumbuhan terdiri dari:
  1. Auksin
  2. Auksin terdapat diujung batang, tunas, dan ujung akar. Berfungsi untuk mengatur perbesaran sel dan memacu perpanjangan sel didaerah belakang meristem ujung.
    Peran auksin pada tumbuhan antara lain:
    • memacu perpanjangan sel (pemanjangan batang)
    • mengendalikan tumbuhnya tunas ketiak di bawah pucuk batang
    • menetukan arah tumbuh batang ke arah cahaya
    • menghambat pertumbuhan samping
    • mengatur pembentukan organ batang, batang, buah dan akar
    Tumbuhan yang memiliki auksin, pada daerah yang gelap pertumbuhannya semakin memanjang dan pada daerah yang kena cahaya akan membengkok menuju kearah cahaya.
  3. Giberelin
  4. Pada tahun 1926, F. Kurusawa, menemukan suatu zat yang mempunyai sifat mirip dengan auksin. Pada saat dia mempelajari penyakit pada tanaman padi, Kurusawa menemukan bahwa padi yang terserang jamur Giberella Fujikuroi mengalami pertumbuhan cepat, batangnya tinggi dan berwarna pucat. Senyawa yang dihasilkan oleh jamur tersebut adalah giberelin.
    Giberelin mempunyai peranan antara lain:
    • bersama auksin memacu perpanjangan sel/batang
    • merangsang pembelahan sel, perkecambahan biji
    • merangsang pembentukan tunas
    • mempercepat tumbuhnya bunga dan merangsang pemasakan buah
    • menyebabkan tanaman kerdil menjadi tanaman raksasa dalam waktu singkat
    • mempercepat tumbuhnya sayur-sayuran sehingga waktu panen lebih cepat hingga 50%
  5. Sitokinin
  6. Sitokinin ditemukan oleh Folke tahun 1950. Sitokinin mempunyai efek yang berlawanan dengan efek auksin dan giberelin. Sitokinin mempunyai fungsi memperlambat proses penuaan dan mendorong sintesis protein.
    Peranan hormon sitokinin pada tunbuhan antara lain:
    • merangsang pembelahan sel (sitokinesis)
    • merangsang pembentukan tunas pada batang
    • menunda penuaan dan mempertahankan kesegaran
    • menghambat efek auksin
    • mempercepat pertumbuhan memanjang
  7. Gas etilen
  8. Gas etilen ditemukan oleh R. Gane pada tahun 1934, Gane berhasil membuktikan bahwa etilen disintesis oleh tumbuhan. Gas etilen adalah gas yang dikeluarkan terutama oleh buah yang sudah tua.
    Peranan hormon ini antara lain:
    • mempercepat pematangan buah
    • membantu pertumbuhan batang semakin tebal untuk menahan pengaruh angin
  9. Asam absisat
  10. Tidak semua hormon pada tumbuhan berfungsi untuk memacu pertumbuhan, ada juga yang menghambat pertumbuhan misalnya asam absisat (absisin).
    Secara umum fungsi asam absisat adalah menghambat pembelahan dan pemanjangan sel, menunda pertumbuhan dan membantu dormasi. Hal ini membentuk tumbuhan bertahan dalam kondisi yang buruk. Misalnya merangsang penutupan mulut daun pada musim kering sehingga tumbuhan tidak kehilangan air pada proses respirasi.
  11. Asam traumatin
  12. Asam traumatin dianggap sebagai hormon luka karena merangsang pembelahan sel-sel di bagian tumbuhan yang luka, sehingga bagian yang terluka akan tertutup.
  13. Kalin
  14. Kalin adalah hormon yang berfungsi merangsang pembentukan organ tumbuhan. Kalin dibedakan atas:
    • rizokalin, berfungsi merangsang pertumbuhan akar
    • kaukokalin, berfungsi merangsang pertumbuhan batang
    • fitokalin, berfungsi merangsang penbentukan daun
    • autokalin, berfungsi merangsang pembentukan bunga

Posted on Rabu, Februari 27, 2013 by Eman Mendrofa

No comments

26 Februari 2013

Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin (kelenjar buntu). karena Kelenjar endokrin tidak memiliki saluran tersendiri atau saluran khusus. Oleh karena kelenjar endokrin ini tidak memiliki saluran khusus maka Hormon yang dihasilkan dikembalikan kedarah dan beredar mengikuti aliran darah sehingga hormon yang berperan dalam penyaluran informasi akan berjalan lambat hal ini disebabkan karena informasi yang dibawa oleh hormon tersebut tidak disampaikan langsung ke tempat sasaran dengan tepat sebab hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin terlebih dahulu harus masuk ke peradaran darah. Sistem endokrin dapat berkomunikasi dengan jaringan ataupun organ-organ yang letaknya jauh dari kelenjar. Sistem endokrin merupakan sistem yang meliputi aktivitas beberapa kelenjar yang mengatur dan mengendalikan aktivitas struktur tubuh, baik yang berwujud sel, jaringan ataupun organ.
Didalam tubuh hormon berfungsi mengatur homeostasis, metabolisme, pertumbuhan dan perkembangan, reproduksi, dan tingkah laku makhluk hidup. Didalam tubuh manusia, terdapat 8 kelenjar endokrin yang penting yaitu: kelenjar hipotalamus, kelenjar hipofisis, kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid, kelenjar timus, kelenjar pankreas, kelenjar adrenal, dan kelenjar kelamin (ovarium pada wanita dan testis pada laki-laki).
  1. Kelenjar Hipotalamus
  2. Kelenjar Hipotalamus mempunyai sel-sel khusus yang memproduksi Neurohormon yang berfungsi sebagai hormon penggiat (faktor penggiat).
    Ada 4 hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipotalamus, yaitu :
    HORMON FUNGSI
    Hormon penggiat tirotrofid (Thyrotrophic Releasing Factor) / TRF Merangsang lobus anterior hipofisis agar mensekresi Thyroid Stimulating Hormone (TSH)
    Hormon penggiat gonadotropin (Gonadotrophic Releasing Factor) / GRF Merangsang lobus anterior hipofisis agar mensekresi Luteinidind Hormon (LH) dan Follilcle Stimulating Hormone (FSH)
    Hormon penggiat kortokotropin (Corticortrophic Releasing Factor) / CRF Merangsang lobus anterior agar mensekresi Advenocorticotrophic Hormone (ACTH)
    Hormon penggiat hormon tubuh (Growth Hormone Releasing Factor) Merangsang pengeluaran hormon tubuh Somatotrophic Hormone (STH)

  3. Kelenjar Hipofisis (Pituitari)
  4. Kelenjar hipofisis terletak didalam lekukan tulang selatursika dibagian tengah tulang baji. Kelenjar ini sering disebut “Master of Glands” atau “Raja Kelenjar” karena (hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis) sekresinya digunakan untuk mengontrol kegiatan kelenjar endokrin lainya (seperti kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, kelenjar kelamin). Kelenjar ini dibagi menjadi 3 lobus yaitu : lobus anterior, intermediet, dan posterior.
    Kelenjar hipofisis mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan tulang sehingga berkaitan dengan pertumbuhan tinggi seseorang. Kelebihan dari kelenjar hipofisis menyebabkan pertumbuhan raksasa (gigantisme), sementara yang kekurangan akan mengakibatkan kekerdilan (pertumbuhannya terhambat).
    • Kelenjar hipofisis bagian depan (Anterior)
    • Hormon yang dihasilkan antara lain:
      • Somatotrophic Hormone (STH) atau hormon pertumbuhan
      • Fungsi: Mengendalikan pertumbuhan sel tubuh.
      • Tiroid Stimilating Hormone (TSH)
      • Fungsi: Mengontrol sekresi hormon oleh kelenjar tiroid.
      • Hormon Adrenokorti Kotropik (ACTH)
      • Fungsi: Mengontrol sekresi beberapa hormon oleh korteks adrenal.
      • Fellicle Stimulating Hormone (FSH)
      • Fungsi:
        • Pada wanita, merangsang perkembangan ovarium dan mengurangi sekresi estrogen.
        • Pada pria, mengatur perkembangan testis dan spermatigenesis.
    • Kelenjar hipofisis bagian tengah (Intermediet)
    • Hipofisis bagian tengah hanya aktif dimasa bayi dan menghasilkan hormon Melanocyte Stimulating Hormone (MSH) yang berfungsi untuk mensintesis melanin.
    • Kelenjar hipofisis bagian belakang (Posterior)
    • Hormon yang dihasilkan adalah:
      • Hormon Antidiuretik (ADH) atau Hormon Vasopresis
      • Fungsi: Mengatur kadar air didalam tubuh dan darah melalui penyerapan Air oleh Tubulus kontorti, sehingga dapat menurunkan. volume urin.
      • Hormon Oksitoksin
      • Fungsi: Merangsang kontraksi otot polos pada uterus dan kontraksi sel-sel kontroktil dari kelenjar susu.

  5. Kelenjar Tiroid (kelenjar gondok)
  6. Kelenjar tiroid terdapat dileher bagian depan disebelah bawah bagian jarum dan terdiri dari 2 lobus yaitu : disebelah kanan dan kiri trakhea.
    Hormon yang dihasilkan:
    • Hormon Tiroksin
    • Fungsi: Mempengaruhi proses metabolisme, proses pertumbuhan dan kegiatan sistem syaraf.
    • Hormon Triodotironin
    • Hormon Kalsitonin
    • Fungsi: Menjaga keseimbangan kalsium dalam darah.

  7. Kelenjar Pankreas (Kelenjar Langerhans)
  8. Kelenjar ini terdapat pada pankreas yang menghasilkan hormon insulin. Hormon insulin berfungsi mengubah glukosa menjadi glikogen dan mengatur kadar gula dalam darah.

  9. Kelenjar Paratiroid (Kelenjar anak gondok)
  10. Kelenjar paratiroid terletak dibagian dorsal kelenjar gondok. Hormon yang dihasilkan adalah Parathormon (PTH) yang berperan dalam metabolisme kalsium (Ca) dan fosfat dalam darah dan tulang.

  11. Kelenjar Timus (Kelenjar kacang)
  12. Kelenjar ini terletak pada tulang dada yang dapat menimbun hormon somatotrof (hormon pertumbuhan).

  13. Kelenjar Adrenal (Kelenjar anak ginjal)
  14. Kelenjar ini terdapat dibagian atas ginjal dan terdiri dari 2 bagian yaitu:
    • Bagian luar (korteks adrenal)
    • Hormon yang dihasilkan yaitu glukokortikoid dan mineral okortiroid.
      Fungsi: Mempengaruhi proses penyerapan.
    • Bagian dalam (modula adrenal)
    • Hormon yang dihasilkan yaitu hormon adrenalin (epinefrin).
      Fungsi: Mengubah glikogen menjadi glukosa dan menyempitkan pembuluh darah sehingga tekanan darah naik.

  15. Kelenjar Kelamin (Gonad)
    • Kelenjar kelamin wanita (Ovarium)
    • Ovarium terletak dikanan-kiri uterus. Selain menghasilkan ovum (sel telur) ovarium juga menghasilkan 2 macam hormon yaitu:
      • Estrogen, berfungsi untuk merangsang pertumbuhan ciri-ciri kelamin sekunder pada wanita dan perilaku seksual, contohnya : perkembangan pinggul, suara menjadi nyaring.
      • Progesteron, berfungsi untuk memelihara kehamilan, perkembangan dan pertumbuhan kelenjar air susu.
    • Kelenjar kelamin pria (Testis)
    • Berfungsi sebagai penghasil spermatozoa dan juga hormon testosteron. Hormon ini berpengaruh terhadap perkembangan ciri-ciri kelamin sekunder pada pria dan perilaku seksual, contohnya : pertumbuhan kumis, jenggot, dan suara lebih berat.

Posted on Selasa, Februari 26, 2013 by Eman Mendrofa

No comments