A.   Pendahuluan
            Setiap makhluk hidup atau organisme tidak dapat hidup sendiri. Ia selalu berinteraksi dengan organisme lainnya atau lingkungannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, terjadilah hubungan timbal balik atau saling ketergantungan antara individu dengan lingkungannya. Cabang ilmu biologi yang mempelajari hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya disebut ekologi. Kata ekologi berasal dari bahasa yunani, yang terdiri dari kata oikos dan logos. “oikos” artinya rumah atau tempat tinggal dan “logos” artinya studi atau ilmu. Istilah ekologi pertama kali diperkenalkan oleh Ernest Haeckel, ahli biologi jerman (1834 – 1919).


B.   Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup
            Para ahli ekologi biasanya mempelajari makhluk hidup melalui jenjang atau tingkat kehidupan yang berbeda. Tingkatan tersebut dimulai dari tingkat paling sederhana ke tingkat yang paling kompleks, yaitu :
1.   Individu
         Individu merupakan organisme tunggal/makhluk hidup tunggal, misalnya seekor tikus, seekor kucing, sebatang pohon kelapa dan seorang manusia. Dalam mempertahankan hidupnya, setiap individu dihadapkan pada masalah yang penting. Misalnya, seekor hewan harus mendapatkan makanan, mempertahankan diri terhadap musuh dan memelihara anaknya. Untuk mengatasi masalah tersebut, makhluk hidup harus memiliki kemampuan adaptasi terhadap keadaan lingkungannya. Macam adaptasi tersebut antara lain adaptasi morfologi (penyesuaian bentuk tubuh), adaptasi fisiologi (penyesuaian fungsi fisiologi tubuh) dan adaptasi perilaku (penyesuaian tingkah laku).

2.   Populasi
Kumpulan individu sejenis yang hidup pada suatu daerah dan waktu tertentu disebut populasi. Misalnya, populasi penduduk propinsi jawa tengah pada tahun 2000 atau populasi ayam dikampung A. Ukuran populasi berubah sepanjang waktu. Perubahan ukuran dalam populasi disebut dinamika populasi. Dinamika populasi dapat disebabkan oleh manusia atau karena kejadian alam, misalnya bencana alam, kebakaran, serangan penyakit, atau penebangan hutan. Akan tetapi, pada dasarnya populasi mempunyai karakteristik yang khas antara lain kepadatan (densitas), kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas) serta migrasi (perpindahan).

Interaksi antar individu yang satu dengan yang lain dalam spesies yang sama pada suatu areal tertentu membentuk populasi. Interaksi tersebut dapat dikategorikan sebagai berikut :
a)       Netral (tidak saling mengganggu)
b)      Predasi (hubungan antara mangsa dan pemangsa)
c)       Parasitisme (hubungan yang merugikan organisme lain)
d)      Komensalisme (salah satu diuntungkan dan yang lain tidak dirugikan)
e)       Mutualisme (saling menguntungkan)

3.   Komunitas
Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi yang saling bertinteraksi pada suatu daerah tertentu. Misalnya, komunitas sungai progo yang terdiri atas populasi ikan mas, populasi belut, dan populasi ular air. Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian dari komunitas dan antarkomponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya. Tempat hidup suatu organisme disebut habitat dan aktivitas organisme dalam pemanfaatan sumber daya alam disebut relung (niche).

4.   Ekosistem
Ekosistem ialah suatu sistem yang terdiri atas komunitas beserta lingkungan biotik dan abiotiknya. Ekosistem merupakan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Lingkungan organisme atau lingkungan makhluk hidup dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
  1. Lingkungan abiotik (lingkungan fisik), berupa air, udara, suhu, cahaya, kelembaban, garam-garam mineral, tanah, dsb.
  2. Lingkungan biotik (lingkungan hayati), meliputi tumbuhan, hewan, manusia dan mikroorganisme, yang berfungsi sebagai :
1.       Produsen
      Organisme yang bersifat autotrof adalah organisme yang membuat makanannya sendiri. Organisme autotrof mensitesis sendiri senyawa organik dari senyawa anorganik dengan bantuan energi matahari dan energi kimia. Contohnya, tumbuhan hijau dan alga.
2.       Konsumen
      Organisme yang bersifat heterotrof adalah  organisme yang tidak mampu membuat makanannya sendiri tetapi memanfaatkan bahan organik yang terdapat pada organisme lain sebagai makanannya. Contohnya, hewan dan manusia.
3.       Dekomposer (pengurai)
      Dekomposer ialah organisme heterotrof yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati. Dekomposer menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskannya untuk dapat digunakan kembali oleh produsen. Contohnya, jamur dan bakteri.
4.       Detritivor
      Detritivor adalah organisme heterotrof yang memanfaatkan serpihan organik padat (detrititus) sebagai makanannya. Contohnya, cacing tanah, siput, kutu kayu, dan beberapa anggota echinodermata.

5.   Biosfer
Biosfer merupakan kesatuan berbagai ekosistem, meliputi semua organisme dan lingkungan yang saling berinteraksi.


C.   Suksesi
            Perubahan suatu lingkungan dapat menyebabkan terjadinya perubahan komunitas di dalam ekosistem. Perubahan tersebut bisa terjadi secara perlahan-lahan dalam jangka waktu tertentu sehingga terbentuk suatu komunitas baru yang berbeda dengan komunitas semula. Peristiwa ini disebut suksesi. Ditinjau dari kondisi awal terjadinya suksesi, maka suksesi tersebut dapat dibedakan atas dua, yaitu :
  1. Suksesi primer ialah suksesi yang terjadi pada suatu daerah yang komunitasnya telah musnah secara total sehingga di tempat komunitas asal tersebut terbentuk habitat baru/ekosistem baru. Suksesi primer dapat terjadi secara alami misalnya, tanah longsor, letusan gunung berapi, endapan lumpur, dll.
  2. Suksesi sekunder ialah pembentukan kembali suatu komunitas ke bentuk kondisi awal setelah suatu daerah mengalami kerusakan sehingga ekosistem lama masih ada. Suksesi sekunder terjadi karena banjir, kebakaran, penebangan hutan secara selektif, dll.