1. Dalam meningkatkan mutu akademik lulusan perlu diharapkan keefektifan guru dalam mengajar di sekolah. Mengajar dengan efektif berarti seorang guru harus memiliki kemampuan profesional dalam melaksanakan pembelajarannya di sekolah.  Keprofesionalan guru akan mendukung peningkatan kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran yang diajarkan. Partisipasi siswa melalui prestasi dalam belajar juga sangat dituntut dalam peningkatan mutu akademik lulusan karena peserta didik/siswa merupakan indikasi penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Tinggi rendahnya prestasi belajar siswa merupakan hasil dari upaya kegiatan belajar siswa yang bersangkutan.
  2. Untuk meningkatkan mutu akademik ditunjang oleh keefektifan guru dalam mengajar dan juga peran serta siswa melalui prestasi dan pemahaman isi pembelajaran. Guru merupakan Input yang berpengaruh sangat besar pada proses pembelajaran siswa dimana guru harus mampu menunjukkan keefektifannya agar menghasilkan output/lulusan yang bermutu. Keefektifan mengajar guru dapat dilihat dari dua aspek yaitu komitmen terhadap siswa dan komitmen terhadap profesi. Demi terciptanya output yang berguna bagi anggota masyarakat maka seorang guru harus berkomitmen untuk membantu memotivasi input melalui pengetahuan dan pemahaman serta pengajaran tujuan yang pantas atau tepat. Komitmen terhadap profesi menyangkut kemampuan profesional guru dalam melaksanakan tugas, kemampuan dalam penguasaan materi yang disajikan, serta metode yang harus digunakan dalam penyajian materi pembelajaran. Beberapa ahli mengemukakan beberapa pendapat atau kriteria keefektifan guru dalam mengajar. Adapun para ahli tersebut diantaranya Bernard (dalam Hoy 1990), Sergiovanni (1987), Richey (1978), Glickman (1981), Binet (dalam Fontana 1981), Rochey (1978), Flanders (dalam Richey 1979), Davis dan Thomas (1989). Pada umumnya para ahli mempunyai pandangan yang sama mengenai keefektifan guru dalam mengajar. Keefektifan guru mencakup kemampuan mencapai tujuan dari pembelajaran, perhatian terhadap siswa, penggunaan metode  dan material yang cocok untuk mengembangkan kemampuan siswa, mempunyai komitmen yang tinggi dan berabstrak tinggi, disiplin, energik, antusias, bersemangat, optimis, ramah. Untuk mengetahui keefektifan guru dilakukan dengan cara penilaian terhadap diri sendiri karena penilaian diri sendiri lebih akurat dibanding dengan penilaian yang dilakukan oleh pihak lain. Mutu akademik lulusan tidak mungkin akan tercapai tanpa peran serta siswa. Mutu akademik lulusan merupakan kualitas keberhasilan siswa dibidang akademik dalam proses kegiatan belajar mengajar yang diikutinya di sekolah. Tingkat keberhasilan ini akan menggambarkan kemampuan siswa sebenarnya dalam memahami pengetahuan yang telah diajarkan. Slamet (2000) mengungkapkan bahwa mutu akademik lulusan akan dicapai melalui test kemampuan akademik berupa nilai ulangan umum, ujian akhir sekolah (UAS) dan ujian nasional (UN). Mutu akademik lulusan sekolah dikatakan berkualitas atau bermutu tinggi, jika prestasi sekolah khususnya mutu akademik lulusan menunjukkan pencapaian yang tinggi dalam ujian akhir sekolah (UAS) dan ujian nasional (UN). UN merupakan salah satu bentuk wujud dalam peningkatan mutu pendidikan (Haribowo, 1994). Dalam SK Mendiknas No.423.7/502/108.03/2002 menyatakan bahwa ujian akhir nasional berfungsi sebagai alat pengendali mutu secara nasional, pendorong peningkatan mutu pendidikan, bahan pertimbangan dalam menentukan tamat belajar dan predikat prestasi siswa, dan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam penerimaan siswa baru pada jenjang pendidikan yang lebih tingggi.
  3. Penyelenggaraan pendidikan disuatu sekolah dapat mencapai hasil yang optimal ditentukan oleh keefektifan guru dalam mengajar. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Joni Bungai (2005) yang berpendapat bahwa guru memegang peranan penting dalam meningkatkan mutu akademik lulusan. Guru harus memiliki komitmen yang tinggi dalam membekali Input disaat proses belajar mengajar agar menghasilkan lulusan yang berintelektual dan yang mampu mengembangkan diri. Rusenshine dan frust (dalam Richey 1973) mengemukakan bahwa karakteristik guru yang efektif yakni antusias dalam penyajian materi, praktis dan berorientasi pada tugas sebagai umpan balik untuk mengulang kembali dari pelajaran yang telah dipelajari, menyajikan materi dengan jelas agar siswa mudah memahami, menggunakan berbagai materi dan prosedur pengajaran, serta memberi kesempatan kepada siswa untuk mempelajari materi pembelajaran.  
  4. Keefektifan mengajar guru meliputi : (1) Disiplin waktu yakni Guru harus mampu menggunakan waktu dengan baik, datang tepat waktu (tidak terlambat), penyajian materi harus bisa dicapai tepat waktu sesuai dengan yang telah ditentukan didalam jadwal. (2) Antusias yakni harus memiliki semangat yang tinggi dan antusias dalam penyajian materi pembelajaran. (3) Praktis dan berorientasi pada tugas. (4) Jelas dalam penyajian pelajaran yakni materi pembelajaran harusnya telah dikuasai sebelumnya, sehinga akan memudahkan dalam penyajiannya. Materi yang diajarkan tidak berbelit-belit, mudah dimengerti dan memberi contoh-contoh yang konkrit agar mampu dikuasai oleh peserta didik. Dalam penyajian materi harus didukung oleh beberapa buku dan disajikan dengan jelas. (5) Menggunakan berbagai materi dan prosedur pengajaran. (6) Terampil mengggunakan metode, media dan bahan pelajaran. (7) Memberikan kesempatan kepada siswa-siswa untuk belajar isi pelajaran. (8) Perhatian terhadap siswa Guru juga harus mampu memberikan respon yang bersifat membantu siswa yang lamban dalam memahami isi pelajaran, menghargai pendapat-pendapat yang diberikan oleh siswa.
  5. Guru sebagai tenaga kependidikan akan bertemu langsung dengan peserta didik/siswa. Guru mempunyai tanggung jawab penuh untuk membina siswa melalui proses pendidikan dan pelatihan disekolah. Guru terlebih dahulu harus berkualitas sehingga mampu melaksanakan pembelajaran dengan efektif. Kualitas kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajarn ditentukan oleh berbagai variabel, diantaranya adalah latar belakang pendidikan formal, keterlibatan guru dalam berbagai kegiatan akademik, dan status ekonomi guru. Dengan memiliki variabel tersebut, dipastikan guru akan mampu melaksanakan pembelajaran dengan efektif sehingga siswa akan dapat meningkatakan prestasi belajarnya dengan baik. Keefektifan mengajar guru disekolah sangat berpengaruh terhadap mutu akademik lulusan. Keefektifan mengajar guru meliputi kehadiran guru mengajar di kelas tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, guru selalu bersemangat dan antusias dalam mengajar, guru selalu menyusun persiapan mengajar, setiap mengakhiri pelajaran guru-guru selalu melakukan evaluasi yang digunakan untuk perbaikan belajar mengajar, pada waktu mengajar guru-guru selalu menggunakan contoh yang dapat dipahami oleh siswa, guru selalu menggunakan berbagai metode dan media pengajaran, serta guru selalu membantu siswa yang mengalami masalah dalam belajar. Keefektifan guru dalam mengajar akan berimplikasi terhadap pemahaman siswa dalam materi pembelajaran dan juga membuat siswa menjadi semangat dalam belajar sehingga akan meningkatkan prestasi belajarnya.
  6. Penulis menyajikan karya ilmiah ini dengan didukung oleh pendapat-pendapat para ahli untuk memperjelas kepada pembaca untuk lebih memahami keefektifan guru dalam mengajar. Penulis memaparkan berbagai karakteristik guru yang efektif dalam mengajar, serta implikasinya dalam menghasilkan output yang berkualitas. Mengajar yang efektif bukan bukan hanya menyajikan materi dengan baik tetapi harus mampu menguasai berbagai karakteristik guru yang efektif dalam mengajar.
  7. Dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, guru dituntut untuk membina calon sumber daya manusia (para murid/siswa) dengan efektif dan profesional. Guru harus bertanggung jawab dalam tugasnya untuk melakukan proses belajar mengajar dengan efektif, termasuk membimbing siswa agar menghasilkan lulusan yang bermutu.